Hilangnya “Pulau Seribu” di Aliran Sungai Ogan

hilangnya-“pulau-seribu”-di-aliran-sungai-ogan
Hilangnya “Pulau Seribu” di Aliran Sungai Ogan
service
Share

Share This Post

or copy the link
  • Pulau Seribu sudah hilang, dikarenakan aktivitas pembuatan batu bata dan penimbunan untuk permukiman.
  • Pulau Seribu merupakan kawasan rawa pasang surut Sungai Ogan yang memiliki belasan delta atau pulau kecil yang masuk Kota Palembang, Sumatera Selatan.
  • Diperkirakan, ratusan delta sudah hilang di lahan basah Sungai Musi.
  • Hilangnya ratusan delta akibat berubahnya kawasan rawa, diduga menjadi penyebab terjadinya bencana banjir dan kekeringan di Sumatera Selatan.

Sungai Ogan [170 kilometer] yang bermuara ke Sungai Musi [750 kilometer] pernah memiliki satu kawasan rawa pasang surut yang dipenuhi belasan delta atau pulau kecil.

Kawasan ini dinamakan “Pulau Seribu”.  Saat ini, Pulau Seribu sudah hilang. Penyebabnya, aktivitas penggalian tanah untuk pembuatan batu bata dan penimbunan rawa untuk permukiman. Pulau Seribu berubah menjadi permukiman dan persawahan.

Kawasan Pulau Seribu yang luasnya sekitar 23 hektar, saat ini masuk Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, atau berada di tepi Sungai Ogan yang masuk wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, sepanjang dua kilometer. Wilayahnya, berbatasan dengan Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Kawasan Pulau Seribu berseberangan dengan Jakabaring. Sama seperti Pulau Seribu, sebagian besar rawa di Jakabaring juga sudah hilang. Proyek reklamasi [1994-1997] yang dilakukan di akhir perintahan Orde Baru, menjadikan Jakabaring sebagai lokasi perumahan, pasar, perkantoran, dan kompleks olahraga.

“Tahun 1980-an, saat musim penghujan pulau-pulau tersebut masih terlihat. Tapi, menghilang setelah adanya penggalian tanah merah di semua pulau untuk pembuatan batu bata, yang berlangsung hingga 2000-an awal,” kata Kiagus Munir Mahmud [52], warga Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Kertapati, Palembang, awal Juni 2024.

Kelurahan 15 Ulu berseberangan dengan Kelurahan Ogan Baru. Sekitar 1980-an hingga 2000-an, terdapat sejumlah usaha pembuatan batu bata di 15 Ulu dan Ogan Baru. Saat ini, semua usaha batu batu sudah tutup. Lokasinya menjadi permukiman dan kawasan Pasar Jakabaring.

Dijelaskan Munir, masyarakat di 15 Ulu dan Pulau Seribu masih satu “rumpun” atau terikat tali persaudaraan. Bahkan, setiap hari sebagian masyarakat di 15 Ulu menyeberang Sungai Ogan untuk salat di Masjid Muhammad Syekh Azhari yang diperkirakan dibangun pada tahun 1860.

Sebaliknya, masyarakat di Pulau Seribu menyeberang ke 15 Ulu untuk pergi ke sekolah, bekerja atau berbelanja di Pasar Jakabaring.

Saat ini sekitar 150 kepala keluarga yang menetap di Pulau Seribu.

“Jika dulu banyak yang menjadi nelayan dan bersawah padi, sekarang sebagian besar menjadi buruh. Hanya beberapa warga yang masih menjadi nelayan dan bersawah padi. Sebab, sudah banyak rawa yang habis. Sementara, ikan di Sungai Ogan terus berkurang,” kata Mariana, Ketua RT 25, 15 Ulu.

Pulau Seribu yang dulunya kawasan rawa pasang surut dengan belasan pulau kecil, kini menjadi permukiman. Foto drone: Ariadi Damara/Mongabay Indonesia

Jalur air yang ramai

Diperkirakan, sejak era Kedatuan Sriwijaya hingga pemerintahan Hindia Belanda, kawasan 15 Ulu dan Ogan Baru yang merupakan pintu masuk ke Kota Palembang adalah jalur air perdagangan yang ramai.

Dari wilayah pedalaman [uluan] di sekitar Sungai Ogan dan Sungai Komering, kapal-kapal membawa hasil bumi [beras, sayuran, buah, ikan, dan kayu] menuju Kota Palembang. Sebaliknya, kapal-kapal dari Palembang membawa berbagai kebutuhan ke wilayah pedalaman.

Hasil bumi ini berasal dari ratusan dusun di tepian Sungai Ogan dan puluhan anak sungainya yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] dan Ogan Ilir [OI]. Begitu juga hasil bumi dari ratusan dusun di tepian Sungai Komering bersama ratusan anaknya yang mengalir di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU], Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI], dan Kabupaten Banyuasin.

“Hingga tahun 1980-an, kawasan ini sangat ramai dengan kapal-kapal dagang. Baik dari wilayah uluan maupun dari Palembang,” kata Amir [67], warga setempat.

Ramainya lalu lintas kapal-kapal dagang di Sungai Ogan tersebut, diperkirakan membuat hadirnya para perompak, yang kemudian menetap di sejumlah delta di Pulau Seribu.

Tampak di sebelah kiri merupakan kawasan 15 Ulu dan Jakabaring, sementara di kanan adalah kawasan Pulau Seribu. Foto drone: Ariadi Damara/Mongabay Indonesia

Di masa pemerintahan Hindia Belanda, upaya mengatasi para perompak tidak hanya melalui penegakan hukum, juga dengan pendekatan keagamaan.

Salah satunya, dilakukan Muhammad Syekh Azhari yang kemudian membangun sebuah masjid yang hingga saat ini masih bertahan. Masjid ini dibangun dari 1860 hingga 1938 dan dinamakan masjid Syekh Muhammad Azhari.

Muhammad Syekh Azhari dipahami masyarakat di Kelurahan 15 Ulu dan Ogan Baru, sebagai salah satu guru K.H. Hasyim Asy’ari, kakek dari Abdurrachman Wahid [Gus Dur].

Pulau Seribu adalah bagian dari jalur perdagangan Muara Ogan. Ada tiga tokoh agama Islam yang menjaga wilayah Muara Ogan. Selain K.H. Hasyim Asy’ari di Pulau Seribu, ada K.H Abdul Hamid [Ki Marogan] di Kertapati dan K.H. Abdurahman Delamat [Ki Delamat] di Suro.

Sumatera Selatan yang luasnya sekitar 9,1 juta hektar, sekitar tiga juta hektarnya adalah  lahan basah berupa sungai, rawa gambut, danau, dan mangrove.

Di masa lalu, di lahan basah ini, diperkirakan terdapat ratusan delta atau pulau di sekitar sungai dan perairan mangrove. Delta-delta ini, bukan hanya di sekitar Sungai Musi [750 kilometer], juga di sekitar anak Sungai Musi, seperti Sungai Ogan, Sungai Komering atau Sungai Lematang.

Terlihat kegiatan masyarakat Pulau Seribu di Sungai Ogan yang hanya sebagian kecil masih masih mencari ikan. Foto: Yudi Semai/Mongabay Indonesia

Delta-delta yang berangsur hilang

Saat ini, pemerintah Sumatera Selatan mencatat 23 delta tersisa. Ke-23 delta tersebut, antara lain Pulau Betet, Pulau Borang, Pulau Brendam, Pulau Burung, Pulau Deltaaersalek, Pulau Deltaaersugihan, Pulau Deltatelang, Pulau Deltaupang, Pulau Gundul, Pulau Kalong, Pulau Kemaro, Pulau Kreto, Pulau Kramat, Pulau Lopak Besak, Pulau Lopak Kecik Pulo, Pulau Payung, Pulau Salahnamo, Pulau Selatcemara, Pulau Selatpunai, Pulau Singgris, Pulau Srijaya, Pulau Alanggantang, dan Pulau Alangtikus.

Dari puluhan pulau atau delta tersebut, tidak banyak didiami penduduk. Pulau yang dihuni hanya Pulau Kemaro dan Pulau Kreto, yang masuk Kota Palembang.

Hampir setiap tahun wilayah lahan basah Sungai Musi mengalami kekeringan maupun banjir. Foto drone: Humaidy Kenedy/Mongabay Indonesia

Banjir dan kekeringan

Hilangnya banyak delta atau pulau di lahan basah Sungai Musi adalah pertanda rusak maupun hilangnya rawa dan sungai. Kerusakan tersebut menyebabkan sejumlah kota atau permukiman di lahan basah Sungai Musi mengalami banjir dan kekeringan.

Saat ini, bukan hanya Palembang dan Sekayu [Kabupaten Musi Banyuasin], kota yang berada di wilayah lahan basah, yang mengalami bencana banjir. Selama dua pekan terakhir [Mei-Juni 2024], Kota Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] juga dilanda banjir.

Banjir yang melanda Baturaja bukan hanya merusak fasilitas umum dan rumah, juga merenggut nyawa seorang warga.

“Banjir yang melanda Palembang, Sekayu atau Baturaja, bukan semata drainase yang buruk dan perubahan iklim, tapi juga disebabkan hilangnya beberapa lahan basah yang selama ini berfungsi mengendalikan air,” kata Ryllian Chandra, akademisi di FISIP UIN Raden Fatah Palembang, yang saat ini melakukan penelitian politik tata kelola air.

Artinya, pembangunan yang mengubah lahan basah menjadi daratan, yang dilakukan sejak pemerintahan Hindia Belanda hingga saat ini, yang menyebabkan kota maupun dusun di sekitar lahan basah mengalami banjir.

“Sementara di musim kemarau terjadi kekeringan yang ekstrem,” tegasnya.

“Ikan Sampah” yang Bertahan di Lahan Basah Sungai Musi

0
mutlu
Happy
0
_zg_n
Sad
0
sinirli
Annoyed
0
_a_rm_
Surprised
0
vir_sl_
Infected
Hilangnya “Pulau Seribu” di Aliran Sungai Ogan

Tamamen Ücretsiz Olarak Bültenimize Abone Olabilirsin

Yeni haberlerden haberdar olmak için fırsatı kaçırma ve ücretsiz e-posta aboneliğini hemen başlat.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Foxiz.my.id privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Bizi Takip Edin
Product, education, ccn, cetakcepat, perisaikebenarannasional, mediakota, teroponghukumnusantara, foxiz, astaga, iso, montitgibig, nahdliyyin, performamanajemen, sdnmekarsari3, berandapublik, beritamukomuko, beritasemarak, jejakdaerah, jejakdaerah, nusantarawebhoster, suaramahardika, wordpers, min1sabang, bahanaguesthouse, warnaemas, dndbali, dyouthfest, eobali, henbuk, harmonipermata, kabarbalisatu, panglimahukum, smpn14dps, themaster, uluwatu, juraganitweb, paradigma, pinusbanyuwangi, smpnsatubangorejo, consultant, mtsn2acehbarat, mtsn3acehbarat, penmadkemenagtamiang, mtsn8atim, baharselatan, journals, playone, tekling, tekling, mydata, shophine, gphitech, petmart, makassarpetclinic, makassarpet, nio, kts, klikpiknik, tajimakuperalatanindonesia, nyawer, agenbpc, balindoparadiso, bendahara, booknow, contractor, danginpurikauh, globalresearcher, madhava, madhavaenterprises, siappak, signalevent, smartapps, streamline, kencanabaliproperty, suratkabarnasional, matqbaitussalam, mrh, min9acehtamiang, rne, bayupasupati, tfef, aiccny, konsultanperizinanbekasi, konsultanperizinanbogor, konsultan amdal, ashadirekanbekasi, citraglobalbekasi, konsultanpajaksumbar, konsultanpajakbanjarbaru, hondagajahmadasmg, sdisriati2, acehlonsayang, kampanyecalon, mtsbusidigede, edupage, madeventure, attaqwa12, klikpiknik, sewabuspariwisatabandung, hexasoft, haqqfarm, bimbellavender, pejuangui, bimbelinten, lavenderprograms, urbanartindonesia, alhasan, emyrindo, amptron indo, makapetakan, poros1, medandigitalinnovation, indotelemed, anuless, fastech, linkdiri, bimbelprimagama, primagamaburlian, accuindonesia, alatasperkasaindonesia, axsatravel, bricodelab, gantiaki, hexagon, satoeorganizer, paradox88, aswin marwah, manggisgarden, beritasirkulasi, sultraraya, kendarikini, stylecontract, cahayasultra, miningnews, kilaunews, matadewata, jaringpos, nilaparadise, hexademy, bestnews19, polrespinrang, smkdp2jkt, gamingslot365, azgamingslot, azbet365slot, untung500x, Slot Zeus, mabukbeer, Pahala4d, Pahala4d, gwinbola, pahala4d, nintoto, nintoto, nintoto, Pahala4d, Slot Online, sertifikasi, geraisertifikasi, samskara, oectech, sstravel, swisstex, iptvcm, penaungu, sanctri, tokofiberglass, sabung ayam online sv388, link alternatif situs slot online, sv388, slot resmi, slot online, wala meron, link alternatif situs slot online, link alternatif situs slot online, sv388 wala meron, Sabung Ayam Online Sv388, Slot Dana. situs slot deposit seabank, link situs slot resmi, slot resmi, slot terpercaya, Slot Maxwin, sv388, Ws168, Digmaan, Ws168, Slot Online, Slot Resmi, Slot Maxwin, Sv388, Digmaan, WS168, S128, Slot Scatter Hitam, Sabung Ayam Online, Digmaan, Ws168, S128, Scatter Hitam, slot resmi, situs slot resmi, Judi Sabung Ayam Online, sv388, Sabung ayam online, Slot Mahjong, Sv388, Slot Thailand, surga33, surga77, surga88, surga99, wdbos, Slot Resmi Gampang Jp, Slot Resmi, Togelup, slot resmi, apartemendaanmogot, saludcentersur, Slot Luar Negeri, salmamohsenart, Slot Thailand, echohypemedia, Slot Resmi, trouveresto, Slot Scatter Hitam.